Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Sabtu, 02 Juli 2011

untitled kultwit-ahlu sunnah wal jamaah

Sabtu, 02 Juli 2011 01.40 No comments
http://2.bp.blogspot.com/_Vrsj5oKWoE4/S8iJ07c4BtI/AAAAAAAABq0/L2i_4DiHMvo/s400/Al-Ustaz+Al-Bana.jpg

ini kultwit sebenernya udah gue ocehin di twitter sekitar sebulanan lalu lah. ga tau kenapa tapi rasanya malam ini gue ngerasa bener-bener perlu repost ini kultwit tanpa hashtag di Blog. tau deh, tapi gue ngerasa ada yang perlu gue koarin waktu gue rasain ada semacam 'benturan' di antara harakah-harakah islam, nahdiyin lah, muhammadiyah, ikhwanul muslimin, tarbiyah bukan ikhwan, HTI, salafy saudi, salafy jihadi, jamaah tabligh, aswaja, wahabi, ato yang laen lah, yang ironisnya sebenernya mereka tidak memiliki pertentangan dalam hal aqidah. mereka gak ada yang melenceng aqidahnya kayak, ambillah contoh, ahmadiyah, syi'ah, beberapa komunitas islam liberal, baha'i, ato bahkan NII yang udah jadi bonekanya intel dan thoghut. ...

rata-rata mereka bertentangan cuman perkara tata cara, dan pendekatan dalam berdakwah yang memang, ya, gue akui ada beberapa yang bermasalah, bahkan cukup membuat geram, di beberapa harakah tertentu. tapi sebagai saudara se-aqidah, apakah memang kita belum mampu untuk dapat menegur dengan santun, dan mengakui kesalahan dengan legawa jika memang sudah nyata hujjah kesalahan atas masing-masing harakah. jadi bukan lantas kita menolak kebenaran semata karena bertaqlid pada alim qiyadah, atau bahkan, naudzubillah, mencari ridho thoghut. yap, gue gak mau panjang lebar, sumonggo disimak..

Ahlu Sunnah wal Jamaah
@WonkEdhyann

ahlu sunnah wal jamaah, menemukan dan bertahan di dalamnya tidak akan sesederhana merapalkan namanya..

karena ahlus sunnah wal jamaah, sejatinya tidak terikat dalam bentuk fisik, dalam bentuk institusional harakah..

ahlus sunnah wal jamaah lebih merupakan sebuah ikatan ideologis, sifatnya jelas spiritual personal..

karenanya, ahlus sunnah wal jamaah tidak sesederhana asal gabung habis ttd di atas materai, dan keluar serumit birokrasi pengunduran diri..

sebab manhaj ahlus sunnah wal jamaah jelas, seperti dhawuh Kanjeng Nabi, Al Qur'an dan Sunnah..

maka kita tidak perlu merasa heran, jika sebuah harakah lantas diragukan 'kehanifannya' saat sedikit saja melenceng dari manhaj..

dan jujur saja, secara pribadi saya memang memiliki keprihatinan tersendiri menyaksikan fenomena fanatisme harakah,..

karena fanatisme harakah tidak bisa dijadikan tolok ukur keteguhan di atas manhaj, dalam hal ini, manhaj rabbani ahlus sunnah wal jamaah..

dalam batas aqidah yang tegas, setiap muslim, sudah sepatutnya bersatu, tidak tercerai berai..

menyedihkan, saat menyaksikan perpecahan di tubuh kaum muslimin, oleh sikap eksklusivisme harakah di dalam diin yang memang eksklusif..

meski ironisnya, setiap harakah yang mengklaim diri sebagai ahlus sunnah wal jamaah belum tentu memegang teguh manhaj ahlu sunnah wal jamaah

karena, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, ahlu sunnah wal jamaah memang tidak terikat dalam bentuk fisik institusional harakah..

maka dulur, mari sareng-sareng menilai pribadi kita, apakah memang setiap dari kita sudah berada di atas manhaj ahlus sunnah wal jamaah..

karena memang seperti sudah dinubuatkan Kanjeng Nabi, di akhir zaman islam akan terpecah menjadi 73 golongan..

dan Masya Allah dulur, dari 73 golongan (harakah) itu, hanya satu yang selamat, yakni ahlu sunnah wal jamaah..

maka sebagai penutup, semoga Gusti Allah menampakkan kepada kita semua, bahwa yang haq adalah haq, dan yang batil adalah batil..

dan semoga Gusti Allah menjadikan kalbu kita legowo, untuk mengikuti yang haq, serta menjauhi yang batil tadi..

lan mugi-mugi, kalbu kita dikuatkan untuk terus berada di atas manhaj ahlu sunnah wal jamaah, yakni Qur'an dan Sunnah..

sebab sekali lagi dulur, yang membedakan ahlus sunnah wal jamaah dengan yang bukan, adalah manhaj personalnya, bukan harakah yang ia ikuti..

0 Chirping sounds:

Posting Komentar