Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Sabtu, 12 Februari 2011

Jawaban Pemuas Akal

Sabtu, 12 Februari 2011 14.44 No comments

http://4.bp.blogspot.com/_46hOIVZmK3A/Scc4hl-c7BI/AAAAAAAACe8/_ByFmbZTj1A/s400/Brain.gif


A: sungguh, sebenarnya aku masih dalam keadaan ragu perihal agama Allah ini, man. agama Islam..

B: (titik dua kurung tutup)

A: apa kau bisa membuktikan, kebenaran Islam jika dibandingkan dengan agama-agama yang lain..??

...

B: aku ingin bertanya padamu dulu, seberapa jauh kau telah menjadi seorang muslim..??

A: maksudmu apa? aku tidak mengerti..

B: (titik dua kurung tutup)

A: atau begini, bisakah kau menyatakan kepadaku di mana Allah berada?

B: (titik dua kurung tutup) memangnya, seberapa jauh kau telah bertaqarrub atas keberadaan-Nya, man?

A: aku hanya bertanya, apa aku salah? aku hanya ingin mengimani Allah dengan sebenar-benarnya..!! Sesungguhnya aku termasuk orang yang tengah memerangi taklid..

B: kau tahu,..

A: apa?

B: dengarkan aku, menurutmu.. apakah yang menyebabkan Raja Namrud membakar Ibrahim sekalipun telah nyata kebenaran Allah sebagaimana disampaikan Ibrahim?

A: aku tidak mengerti..

B: atau begini, menurutmu apakah yang menyebabkan Kaisar Herakhlius bersikukuh menolak kebenaran Islam, sekalipun ia telah mengetahui kebenaran atas kerasulan Muhammad, berdasarkan ilmul kitab yang dimiliki para pendetanya..??

A: sungguh, aku tidak mengerti. katakan saja apa yang hendak kau jelaskan padaku, man..

B: (titik dua kurung tutup) kau tahu, demikianlah fitrah manusia..

A: maksudmu?

B: logika, dan akal manusia, adalah fitrahnya, untuk demikian mudah tunduk pada kebenaran Allah! tapi hati,..

A: ...

B: kalbu manusia, tidak semudah itu tunduk mengakui kebenaran Allah..

A: bagaimana mungkin?

B: faa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.. ingatlah bahwa Allah mengilhamkan kepada tiap jiwa jalan kefasikan dan ketaqwaannya.

A: ...

B: dan syaithan, tak akan pernah libur sedetikpun, untuk menjatuhkan manusia ke dalam kehancuran abadi, di jalan yang sama dahulu ia jatuh ke dalamnya..

A: lalu tentang kebenaran Islam, man??

B: (titik dua kurung tutup) kebenaran seperti halnya pelita. apalah artinya selarik pelita, jika pelita itu bahkan tidak mampu menerangi dirimu sendiri..??

A: (titik dua kurung tutup)

B: dan satu hal, man.

A: apa man?

B: pikirkanlah, demi apa kita mesti lebih mencintai ilmu ketimbang hikmah? padahal ilmu hanyalah jalan yang menghantarkan menuju hikmah..

0 Chirping sounds:

Posting Komentar