Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Kamis, 10 Februari 2011

Eman Si Sapi

Kamis, 10 Februari 2011 02.32 No comments


"...Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." {Q.S. Al Baqarah: 228}

Jika dahulu seorang perempuan terbingkai dalam potret sebagai sosok ibu yang penyayang terhadap anak-anak dan suaminya, maka saat ini bukan tidak mungkin (secara ekstrem) kau akan menemui seorang perempuan, sebagai sesosok ketua mafia yang bengis dan haus darah. Semua itu berkat apa? Tentu saja 'konspirasi' emansipasi. Yah, tak perlu banyak omong mengapa saya menjulukinya sebagai sebuah 'konspirasi' di sini, karena apa yang ingin saya utarakan jauh lebih berfaedah untuk dijadikan buah pikir ketimbang itu. Dan emansipasi, dalam perjalanannya telah mampu meletakkan banyak sekali, mungkin bukanlah sebuah hiperbola jika saya bahkan menyebutnya jutaan perempuan, dalam berbagai posisi strategis. Tidak sedikit bukan, keterwakilan kaum perempuan dalam kursi legislasi negeri ini? Maka saya rasa itu sudah cukup untuk dijadikan suatu contoh yang konkret akan hal ini. Yah, saya merasa tidak perlu menyuguhkan pandangan kritis akan hal itu.

Sebuah kedudukan yang lebih tinggi secara kodrati yang 'diamanahkan' oleh Allah SWT kepada segenap lelaki di dunia ini, seolah tak ubahnya menjadi kursi pemerintahan yang selama ini entah mengapa terkesan selalu menjadi bahan rebutan. Dalam kasus ini oleh kedua gender, tentu saja. Seakan-akan hal itu merupakan sebuah tahta yang sepaket dengan kehormatan dan ketinggian derajat. Padahal, apakah benar? Maksudnya, di sini saya betul-betul meragukan apak...ah hal tersebut, maksud saya beban (dalam artian yang sebenarnya secara tak kasat mata) dan tanggung jawab superberat itu, layak menjadi bahan rebutan. Tentu saja bukan tanpa alasan, saya menyebut kedudukan yang lebih tinggi secara kodrati tersebut sebagai sebuah amanah. Amanah, ya, itu memang sebuah amanah! Maka sekarang saya mengajak Anda untuk menggeser predikat yang melekati kodrat lelaki tersebut, dari sebuah kedudukan yang diliputi otoritas, menjadi sebentuk amanah yang sakral.

Kedudukan yang lebih tinggi ini, agaknya memang sehalnya jabatan. Maka hal tersebut mengingatkan saya akan dhawuh Kanjeng Nabi Muhammad: "Siapa yang minta jabatan, akan diserahkan kepadanya (dengan tidak mendapat pertolongan dari Allah dalam menunaikan tugasnya)" {H.R. Bukhari}. Tidak mendapat pertolongan dari Allah SWT. Sekali lagi tidak mendapat pertolongan dari Allah SWT. Sementara langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya tak ada yang luput dari kuasa Allah SWT. Maka apa yang mampu diperbuat makhluk mikro-riil, wal khusus manusia di sini, tanpa pertolongan Allah SWT? Maka hendaklah saudari-saudariku semua memikirkannya. Dan Allah Maha Bijaksana, bukan tanpa alasan Allah mengembankan tanggung jawab kodrati ini kepada kaum lelaki. Allahu a'lam...

Jika kita sedikit menganalisis, maka barangkali yang menjadi latarbelakang bagi dogma desakan emansipasi tersebut adalah stigma akan penjajahan dan penindasan kaum perempuan oleh lelaki karena kedudukan kodrati tersebut. Maka, yang perlu diingat, bahwasannya sebuah amanah, selain acapkali hadir dengan kemilau kehormatan bagi pengembannya, juga menggadangkan siksa bagi siapa yang tidak berhati-hati dan lalai akan menunaikannya dengan penuh tanggungjawab. Maka tak elok pula sekiranya saat ini kaum lelaki menjadi digdaya setelah mengetahui penegasan kedudukannya di atas perempuan dalam ajaran islam. Tak perlu berkoar lagi rasanya, bagaimana hakikat sebuah tanggungjawab itu, saya rasa semuanya telah sampai pada tingkat pemahaman secara komprehensif integral akan hal tersebut. Maka demi mengikis stigma negatif tersebut, sudah sepatutnya segenap lelaki muslim bersikap amanah akan tanggungjawab kodratinya. Bukan begitu...?? Maka semoga Allah melindungi kita dari kedhaliman diri kita sendiri. Amiin.

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) ." {Q.S. An-Nisaa': 34}

0 Chirping sounds:

Posting Komentar