Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Minggu, 24 Mei 2009

Aku dan Rujukmu,...

Minggu, 24 Mei 2009 10.11 No comments
:Musim gugur, fragmen 1-

Aku dan rujukmu,
Tersungkur dan tersyukur…
Detik demi detik yang berdilatasi jadi hari-hari
Hari demi hari yang berubah pada jum’ah-jum’ah
Remuk yang kureguk, kupeluk
Haru biru yang meluap, kuresap
Sendiri saja, terima kasih…

“Biar aku saja yang mati...”,
selorohku gagah kala itu, alergi antagoni…

Memenuhi kesetiaanmu,…
Fragmen itu menguap ke angkasa raya, serpih demi serpih
Menikam pedih rintik-rintik gerimis lirih
Merenggut remah-remah luruh euphoria hidupku yang masih tersisa
Entah mengapa aku cukup bodoh untuk jadi seperti ini…
Tapi, sejauh kudongakkan kepala, yang kutahu hanya duka…
-menyegel kehadiran Tuhan di luar kabut pekat menyesakkan-

“Oualahh, gak penting…”
selorohku bodoh kala itu, dan ucapan itu jadi kutukan
Hahahahahh,…

Dengan tiada bosan kuucapkan,
Selamat tinggal wahai musim gugur, kini engkau telah jadi beringin, atau cemara angin
Dan biar saja gerimisku jadi angin, yang berpulang pada ketauhidanku …


R.D. 2009

0 Chirping sounds:

Posting Komentar