Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Selasa, 01 April 2008

Selasa, 01 April 2008 12.12 No comments
Seorang Pengelana dan Sebuah Benteng

Suatu ketika, ada seorang pengelana yang telah berjalan bermil-mil pada sebuah gurun yang sangat tundus. Gurun yang terasa mati. Siang hari terasa begitu menyengat baginya melebihi sengatan lebah. Malam hari ia rasakan teramat dingin seolah ia tengah mendekap permukaan kutub. Kondisinya kian sulit karena seluruh bekalnya telah dihabisi oleh rasa lapar dan dahaga yang terus memberontak selama perjalanan ini.

Pada suatu hari, di kejauhan ia menyaksikan sebuah pemandangan yang membingungkan batinnya. di tengah perasaan tersiksanya yang kian meraung-raung kedua matanya menatap sebuah benteng besar yang sangat kokoh dengan banyak sekali squdran anbu yang membentuk barikade acungan tombak dan kunai. Tampak pula meriam-meriam yang menganga di puncak benteng seolah siap menumpahkan berliter-liter darah.

Sang pengelana itu merasa amat ketakutan. ketakutannya yang begitu besar itu membuatnya berputar kembali menjauhi benteng itu. Dan, bisa ditebak, iapun wafat dalam perjalanan kembali itu. Jenazahnya membusuk di tengah padang pasir. menjadi santapan bagi burung-burung pemakan bangkai. dan belulangnya tak pernah dikenang...

..................................................................

Wahai saudara, dalam kehidupan kita sehari-hari tentunya sering sekali bagi kita menjumpai sebentuk tantangan. seringkali keberanian kita takluk pada tantangan yang berkamuflase menjadi sebentuk malapetaka. Marilah kita umpamakan tantangan itu adalah sebuah benteng. saat kita sebagai seorang pengelana lebih memilih untuk menjauhi benteng atau tantangan itu, maka kita akan menjadi seseorang yang sangat rugi. Kita akan sangat rugi karena baru saja kehilangan satu kesempatan emas yang dikaruniakan Allah SWT untuk mencicipi satu pengalaman yang berharga. Kita akan sangat rugi dan mengutuki diri kita sendiri saat kita menyaksikan ternyata ada orang lain yang telah mampu berhasil melampaui tantangan itu. Kita akan mendapati diri kita sebagai pecundang yang takluk dengan mudahnya pada suatu hal yang belum pasti.

Ingatkah Engkau kawan, bahwa sesungguhnya sebagian besar aspek yang ada dalam kehidupan ini adalah pertaruhan dan pilihan. kita harus menjadi seorang bijak yang tegas dan mampu dalam membuat keputusan yang matang. toh kawan, apa salahnya jika pengelana tersebut memilih untuk melanjutkan perjalanannya mendekati benteng itu. mungkin saja, benteng itu hanyalah fatamorgana yang ditimbulkan oleh satu oasis yang cukup luas di hadapan kita.Sehingga kita dapat sedikit melegakan dahaga kita atasnya. Ingatlah kawan, suatu tantangan yang tampak begitu sulit belum tentu serumit dan sepelik yang kita bayangkan.

Toh, jika benteng itu ternyata merupakan sebuah kenyataan, kita tidak perlu merasa gentar. karena setidaknya kita mendapati sebuah perhentian dimana kita dapat sejenak beristirahat. Dan jika kita beruntung kita akan memperoleh sejumlah pengganjal perut dan pelepas dahaga. atau dengan kata lain kita mungkin saja berhasil menyelesaikan tantangan itu dengan baik. Meskipun hal itu kita lakukan dengan susah mpayah ,dan dengan mempertaruhkan probabilitas yang sangat kecil.

Ataupun jika kita tertangkap dan dipenjara hingga kita harus meregang nyawa di dalam penjara itu atau dengan kata lain kita gagal dalam menyelesaikan tantangan nitu, setidaknya kita masih terhormat karena kita telah menjadi seseorang yang paling tidak telah berani menerima tantangan itu. setidaknya kita mendapatkan suatu bentuk pengalaman yang sangat berharga atas keberanian kita itu.

Wahai kawan, marilah kita menjadi seseorang yang lebih berani dalam menerima tantangan yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita. Apapun hasilnya, setidaknya kita telah mendapatkan sebentuk pengalaman berharga daripadanya. Ingatlah bahwasannya "seseorang yang bijak akan mampu menemukan suatu manfaat dari sebidang ladang gersang sekalipun".

Salam hangat, semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

UcRz Akatsuki

0 Chirping sounds:

Posting Komentar