Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Kamis, 10 April 2008

Kamis, 10 April 2008 14.23 No comments

Penghujan Perlahan Langit Keputihan

Hei, dengarkanlah!

Aku baru saja menjadi tempat sampah

Bagi langit keputihan yang belumuran nanah

Langit keputihan

Memandang dataran yang tiada lagi perawan

“Lihatlah!

Darah yang berceceran usai penetrasi kegelapan!”, tukasnya

Ah! Dunia terlalu banyak menenggak arak!

Dan berahinya memuncak!

“Pandanglah!

Kemaluan telah kehilangan mukanya!”, ungkapnya

Uhh! Sekali lagi! Dunia terlalu banyak menenggak arak!

Berahinya pun memberontak!

“Hei, lihat itu semua!”, ia berkata

Apa?

“Bayangan pepohonan telah menandakan,

jika sang surya segera meminang senjanya! Merapat pada,

horizon barat!”, selorohnya

Ya! Manakala seribu langkah bahkan sejuta langkah atau berapa sajalah

Menjelma sia-sia

Ya! Manakala selaput meram seakan enggan lagi terpejam

Terbelalak!

Ya! Manakala hujan-hujan deras berlinangan

Dengan makna-makna yang sirna

Langit keputihan

Tenang memandang lengkingan opera-opera bahagia

“Kasihan”, ucapnya perlahan hampir tiada kedengaran atau,

ya memang tiada pernah kedengaran

Astaghfirullah hal adziim…

R.D. 2007

0 Chirping sounds:

Posting Komentar