Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Kamis, 10 April 2008

Kamis, 10 April 2008 13.45 No comments

Pada Senja Pagi Ini

Rongga dalam tiap lekuk sujud penghambaan ini

Oleh radiasi lelampu kota pagi yang kian menyilaukan

Mengukir kelupasan demi kelupasan menghiasi

Sebatang tiang rapuh

Sementara setitik cahaya berhiaskan hati yang kian meninggi

Oleh sosok-sosok yang memenuhi fatamorgana

Mengguyur setitik api dengan belai imaji

Melelapkan diri atas maut di ujung jalan ini

Astaghfirullah hal adziim…

Dan detik-detik keruh kian menegaskan guratannya

Hingga nanah yang berceceran tak lagi beraroma

Bibir secuil resah terkunci di sudut hati, menghening

Sementara ku, tercengang di ceruk senja ini

Aku malu Yaa Allah….

Pada pucuk-pucuk tunas yang telah berbunga

Sementara ku masih saja bertudung jubah hijau kelon

Menyelimuti luka-luka yang kian membusuk

Yaa Ghaffar…

Astaghfirullah hal adziim…

Yaa Rahmaan…

Hanya selekuk sujud yang mampu kupersembahkan

Yang mungkin hanyalah setitik debu di hadapanMu

Ampuni aku…

Yaa Rahiim…

Di ceruk senja yang telah menghantarkanku sejauh ini

Jemari rapuhku menggapai-gapai langit pekat

Mengharap…

Ihdinash shiraatal mustaqiim…

R.D. 2007

0 Chirping sounds:

Posting Komentar