Dunia tidak berhenti berkelana, sebab manusia sebagai penunggangnya tak berhenti mencari. Jadi, apa yang kamu cari?

Jumat, 25 April 2008

Jumat, 25 April 2008 13.55 , No comments

Makan, Hidup



“Makanlah untuk hidup, jangan hidup untuk makan”

(Benjamin Franklin)

Yah, kali ini marilah kita bicarakan sedikit hal mengenai makna hidup jika dihubungkan dengan filosofi di atas. Sebagian besar manusia, berusaha dengan susah payah dalam hidupnya untuk dapat memberi makan dirinya dan keluarganya. Sekali lagi, untuk memberi makan. Atau dalam bahasa lain kita dengar ‘untuk menghidupi diri dan keluarganya’.

Memberi makan dan menghidupi. Seperti yang baru saja saya bicarakan, kedua kata itu sangat sering disamaartikan walaupun keduanya memiliki kedalaman perbedaan dalam hal makna. Buktinya, adalah manakala seseorang mengajukan satu pertanyaan kepada Anda. Pertanyaan itu berbunyi: manakah yang Anda pilih, makan untuk hidup ataukah hidup untuk makan? Seorang yang bernama Benjamin Franklin telah memberikan jawaban pribadinya, yakni seperti apa yang Anda lihat di atas.

Nah, yang akan kita lakukan adalah membahas filosofi itu. Meskipun saya secara pribadi mengakui belum mengenal secara mendalam mengenai sosok Benjamin Franklin ataupun latar belakang kehidupan yang membuatnya berpendapat demikian. Mari sejenak kita berpikir. Seseorang membutuhkan makanan (nutrisi) untuk hidup. Jadi, apakah sah jika saat ini juga kita memutuskan bahwa makanan menjadi tujuan hidup utama dan mutlak bagi kita?

Yah, memang menjadi suatu hal yang tidak dapat dipungkiri jika kita memerlukan makanan. Kita masih normal, bukan? Namun, adalah suatu hal yang salah jika hal itu sampai membuat kita menjadi mesin penghancur yang dengan membabi buta melindas segala bentuk kehidupan yang ada di sekitar kita. Adalah suatu hal yang tidak dapat dibenarkan jika kita sampai menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Jikalau demikian, bukankah kita sama saja dengan mempertuhankan makanan. Seolah, makananlah yang memberikan kita kehidupan. Yah, memang benar jika makanan menjaga kelangsungan metabolisme di dalam tubuh kita. Namun ingatlah, Siapakah Yang Memberikan Makanan kepada kita? Anda, tentu dapat menjawabnya sendiri.

Intinya, Benjamin Franklin mencoba berkata kepada kita, bahwasannya, ‘kejarlah apa yang menjadi keinginanmu, namun adalah hal yang kurang tepat jika pada akhirnya justru keinginan kitalah yang mengejar kita’. Artinya, kita boleh saja memiliki semangat yang tinggi dalam meraih apa yang kita harapkan. Namun tidak berambisi untuk meraih apa yang kita harapkan itu. Atau, dengan kata lain yang lebih mudah dicerna, kendalikanlah keadaan, janganlah dirimu dikendalikan oleh keadaan.

Saya teringat kata-kata Kahlil Gibran berkenaan dengan apa yang baru saja kita bicarakan. “Baru kemarin aku pikir diriku sebuah fragmen bergetar tanpa irama dalam ruang kehidupan. Kini kutahu bahwa akulah ruang, dan semua kehidupan adalah fragmen-fragmen yang bernyanyi dan bergerak dalam hatiku”. Saya juga teringat filosofi Masashi Kishimoto melalui dialog karakternya dalam film animasi Naruto, Kakashi Hatake. Dialog itu kurang lebih berbunyi demikian: “Mematuhi peraturan memang penting, namun adalah suatu hal yang berbahaya jika hal itu sampai membuat kita lalai akan teman sendiri”. Yah, itu ada benarnya juga. Oh, ya satu lagi saya juga sempat menemukan kalimat unik dari Koran Jawa Pos (Ahh, promosi…). Kira-kira demikian: “Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia di dunia. Namun, dunia ini tidak cukup untuk memenuhi keserakahan satu orang manusia”.

Jadi, yah, yang dapat kita simpulkan dan kita tarik pelajaran, mari kita berusaha mengendalikan nafsu kita. Jangan sampai kita menjadi manusia yang diperbudak nafsu. Summa Naudzubillah…

0 Chirping sounds:

Posting Komentar